Comments are off for this post

ALKITAB

PEMBELAJARAN ALKITAB (PA) KOMISI REMAJA-PEMUDA

Alkitab berasal dari bahasa Arab “kitab” dengan kata sandang “al”, yang dalam bahasa Yunani-nya “biblia”, yaitu bentuk jamak dari “biblion”yang berarti “kitab-kitab /buku-buku”. Dari kata itu kata didapat kata , “Biblia” (bhs. Latin, bhs. Portugis,        bhs. spanyol), “Bible” (bhs. Inggris dan bhs Perancis), “Bibel” (bhs. jerman), dan “Bijbel” (bhs. Belanda).

I.      ALKITAB ADALAH BUKU YANG LUAR BIASA
1.  Dalam penulisannya : Ditulis dalam masa 1500 tahun, 40 penulis, 40 generasi
2.  Dalam ajarannya : Sejarah, biografi, nubuat, etika, persekutuan, dipimpin Roh Kudus, Yesus Kristus
3.  Dalam peredarannya : Penelitian yang diadakan 1972-1992 Alkitab telah dicetak 6 miliar
4.  Dalam penterjemahannya : Sampai akhir tahun 2000, Alkitab telah di terjemahkan ke dalam 2261 bahasa

II     PEMBAGIAN ALKITAB :
1.  Perjanjian Lama : terdiri dari 39 Kitab.
a. Taurat : 1. Kejadian; 2. Keluaran; 3. Imamat; 4. Bilangan; 5. Ulangan
b. Puisi: 1. Ayub; 2. Mazmur; 3. Amsal;  4. Pengkhotbah; 5. Kidung Agung
c. Sejarah : 1. Yosua; 2. Hakim-hakim; 3. Rut; 4. 1 Samuel; 5. 2 Samuel; 6. 1. Raja-raja; 7. 2 Raja-Raja; 8. 1 Tawarikh
9. 2 Tawarikh; 10. Nehemia; 11. Ezra; 12. Ester.
d. Nabi-nabi (Besar): 1. Yesaya; 2. Yeremia; 3. Ratapan; 4. Yehezkiel; 5. Daniel (kecil): 1. Hosea; 2. Yoel; 3. Amos;
4. Obaja; 5. Yunus; 6. Mikha; 7. Nahum; 8. Habakuk; 9. Hagai; 10. Zefanya; 11. Zakharia; 12. Maleakhi
2. Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab.
a. Injil : 1 Matius; 2. Markus; 3. Lukas; 4. Yohanes
b. Sejarah : 1. Kisah Para Rasul
c. Surat kiriman : 1 Roma; 2. 1Korintus; 3. 2 Korintus; 4. Galatia; 5. Efesus; 6. Filipi; 7. Kolose; 8. 1Tesalonika;
9. 2Tesalonika ; 10 1Timotius; 11. 2 Timotius; 12. Titus; 13. Filemon; 14. Ibrani; 15. Yakobus; 16. 1Petrus;
17. 2Petrus; 18. 1 Yohanes; 19. 2Yohanes; 20. 3Yohanes; 21. yudas
d. Nubuat : 1. Wahyu
III.    TERBENTUKNYA ALKITAB
A. PENGILHAMAN:

Dalam 2Timotius 3:16 kata “diilhamkan Allah” dari bahasa Yunani “theopneustos”, secara harfiah berarti “dinafaskan Allah”. Pengilhaman adalah pengendalian/penjagaan Allah atas penulis-penulis sehingga dengan kemampuan dan gaya mereka menuliskan tanpa salah pernyataan Allah. Beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Pengilhaman bukanlah pendiktean mekanis atau penulisan otomatis, yang menyingkirkan peranan daya pikir
si penulis.
2. Dalam Pengilhaman, Allah tidak melenyapkan kepribadian, gaya bahasa, pandangan, dan kondisi kultural si penulis.
3. Pengilhaman dengan demikian tidak adanya kesalahan (innerancy), di dapatkan dalam tulisan asli.

Kesaksian Alkitab mengenai pengilhaman:

1. Kesaksian Yesus kristus :
a. Ia adalah tema sentral Alkitab (Yoh. 5:39; Luk. 24;44)
b. Ia memakai Alkitab sebagai acuan (Mat. 22: 32; Yoh. 10:34)
c. Ia meneguhkan pernyataan Alkitab (Mat 19:4-5; Luk 11:51)
2. Pernyataan Para penulis (2Tim 3:15-17; 2Ptr 1:21; Ibr 3:7; KPR 13:35)
3. Para penulis menyampaikan / menuliskan Firman Allah (2Sam 23:2; Yes 1:10,11; Yer. 9:12; 1 Kor. 2:13; 1 Tes2:3;
2 Ptr 1:21)
4. Pengilhaman meliputi kata-kata (Kel. 31: 8-11; Yer. 1:9; 1Kor 7:12)
5. Alkitab mutlak tidak salah (Maz 111: 7; Yoh 21: 24; 2Ptr 1:19; Why 21:5)

Dalam bentuk aslinya, Alkitab tidak dibagi dalam pasal dan ayat; semua berbentuk seperti surat biasa. Pada tahun 1227 Stephen Langton seorang dosen di Universitas Paris dan dikemudian hari menjadi ukup, membagi Alkitab dalam pasal-pasal. Tahun 1551-1555 Robert Stephanus seorang ahli percetakan di Paris, membagi Alkitab dalam ayat-ayat.

B. KANON :

Kata “kanon” dari bahasa Yunani, artinya : tangkai, buluh atau tongkat. kata “kanon” berasal dari bahasa Ibrani “Qaneh”, artinya : alat pengukur (Yeh 40:3), kemudian dalam arti kiasan berarti “peraturan”. Dalam perkembangannya, kata ini akhirnya memiliki arti : Standar/ ukuran atau norma / patokan (Gal 6:16).

1. Kanonisasi Perjanjian Lama :
Perjanjian Lama disampaikan, di tulis, dan dikumpulkan dalam waktu lebih dari 1000 tahun. semua ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali Daniel 2:4-7: 28 dan Ezra 4:8-6:18; 7-12-26 ditulis dalam bahasa Aram, bahasa resmi pada masa kejayaan kerajaan Persia.

Pada mulanya kisah mengenai Allah dan hubungan-Nya dengan bangsa Israel disampaikan dari mulut ke mulut. Baru sekitar tahun 1200-1000 SM kisah-kisah itu dimulai dituliskan. sekitar tahun 400 SM Taurat atau “Lima Kitab Musa” (bhs. Yunani “pentateukh”) diterima sebagai tulisan suci. kitab nabi-nabi diterima sebagai tulisan suci antara tahun 400-200 SM kitab lain yang berisi puisi, pengajaran, nubuatan, dan sejarah diterima sebagai tulisan suci menjelang zaman perjanjian baru. Sekitar tahun 90, guru-guru agama Yahudi dibawah pimpinan johannan ben Zakkai mengadakan sidang Jamnia (Jabneh). Mereka meninjau, menimbang tulisan-tulisan itu, dan membakukan kitab suci mereka. mereka memutuskan untuk menerima 39 kitab yang merupakan kitab suci.

2. Kanoisasi Perjanjian baru :
Kitab-kitab yang termasuk dalam perjanjian baru ditulis dalam jangka waktu 60 tahun; ditulis dalam bahasa Yunani Koine yaitu bahasa Yunani sehari-hari . Pada tahun 95 surat-surat Paulus dikumpulkan dan dipakai dalam kebaktian. Tahun 100-105 surat yakobus, Petrus, Yohanes, dan Yudas ditambahkan kepada surat-surat Paulus tahun 150 ke-4 Injil dikumpulkan dan dibakukan Tahun 180 Injil dan surat-surat digabung.

Pada akhir abad kedua terdapat beberapa kanon yaitu, Irenius, Muratorian, Tertulianus, dan Clement dari Alexandria, yang merupakan dafatr dari sementara dari kitab-kitab yang di ilhami. Pada tahun 200, untuk menghadapi tantangan suatu ajaran sesat Gnostik (ajaran yang menekankan bahwa pengetahuan dan kebenaran rohani adalah pengetahuan yang dirahasiakan dan hanya mereka yang mengetahui akan di selamatkan), gereja menentukan bahwa kitab-kitab yang di ilhami adalah :

a. Merupakan tulisan atau laporan para rasul atau sahabat rasul
b. Merupakan tulisan atau laporan yang berasal dari zaman para rasul
c.  Selaras atau cocok dengan ajaran yang disampaikan Yesus dan para rasul
d. Digunakan secara umum digereja rasuli
e. Tidak mengandung kisah Fiksi atau legenda
f. Ajarannya menuntun pada kekudusan.

Tahun 367 daftar yang dibuat oleh Athanasius, Uskup Alexandria, menjadi daftar baku tulisan suci yang memuat ke-27 kitab perjanjian baru.

IV.   SEJARAH PENTERJEMAHAN

Abab ke-3 SM kitab Perjanjian Lama di terjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Pada abab ke-2 Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Syria (Suriah). Pada abab ke-3 tersedia terjemahan bahasa koptik (Mesir). Pada abab ke-4 terdapat terjemahan bahasa Etiopia, bahasa Gotik (sekarang Jerman), dan bahasa Georgia (sekarang kaukasus). sekitar tahun 400, disiapkan terjemahan Alkitab latin yang baru yang disebut Vulgata (artinya “untuk semua orang”). Penterjemahnya adalah Jerome (sancti Hieronymi) seorang imam dan ahli bahasa. Alkitab Vulgata menjadi Alkitab resmi lebih dari 1000 tahun, dan masih dipergunakan sampai sekarang. pada abab ke-5 sampai abad ke-7, tersedia terjemahan Alkitab dalam bahasa Armenia, bahasa Nubia (sekarang Sudan), dan bahasa Arab. Pada abad ke-8, dibuat terjemahan dalam bahasa Inggris kuno
(Anglo-saxon). Terjemahan dalam bahasa Perancis dibuat pada abad ke-12. Pada abad ke-13 dibuat terjemahan bahasa Spanyol, Italia, Belanda, Polandia, dan Islandia. Pada abab ke-14 dibuat terjemahan dalam bahasa Inggris, bahasa Persia (Iran), dan bahasa Denmark.
Pada tahun 1612 Albert Cornelizz Ruyl (seorang pedagang Belanda)., menterjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa melayu. Tahun 1662 Pdt. Daniel Brouwerious menterjemahkan kitab kejadian ke dalam bahasa melayu. Tahun 1668 seluruh perjanjian baru di terjemahkan dan di cetak ke dalam bahasa Melayu di Amsterdam. Tahun 1691, Pdt. Dr. Leijdecker menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa melayu tinggi. Pada Tahun 1861, Hillebrandus Cornelius Klinkert menterjemahkan ke-4 Injil ke dalam bahasa melayu rendah (sehari-hari). tahun 1935 Pdt. Werner August Bode menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa yang dapat dimengerti di kepulauan Indonesia dan Semenanjung malaka.

Tahun 1952 Lembaga Alkitab Belanda (NBG) memulai proyek penerjemahan Alkitab Terjemahan Baru Bahasa Indonesia. Tgl 9 Februari 1954 berdiri Lembaga Alkitab Indonesia yang mandiri, maka tanggung jawab kelanjutan proyek ini diserahkan kepada LAI tahun 1959.

Tahun 1964 Edisi Perjanjian Baru diterbitkan oleh penerbit Arnoldus Ende, Flores, penerjemahnya adalah Pastor J. Bouma, SVD. Penerjemahan bagian perjanjian Lama dikerjakan oleh Pater Cletus Groenen. Tetapi proyek penerjemahan ini dihentikan pada tahun 1968, karena gereja Roma Katolik sepakat untuk mengerjakan penerjemahannya melalui LAI.

V.           PERLUNYA MEMBACA ALKITAB

Alkitab sangat penting untuk dibaca. Ada 5 alasan pokok mengapa membaca Alkitab itu sangat penting :
1. Alkitab adalah Firman Allah (Ams. 30: 5; Mzm. 32:32:4-9; 1Ptr 1:22-25)
2. Alkitab menuntun kita pada keselamatan (2Tim 3: 10-17; Rm. 15:5-7, 14-17)
3. Melalui Alkitab, kita pembaca mengenal Yesus Kristus, Penyelamat yang dijanjikan Allah (Yes 53:1-12; KPR 8:26-40)
4. Alkitab menunjukkan bagaimana mengikuti kehendak Allah dalam hidup ini (Mzm 119:105-112; Ibr. 4:12-13;
Ef 6:14-20).
5. Alkitab menunjukkan bagaimana seseorang mempunyai hidup yang sejati, yaitu hidup seperti yang dijanjikan Allah
(Mzm. 119: 1-8; Luk 10: 25-28; Mrk, 12: 28-34a).

Pdt. Asi Hutabarat

Like & Share :

Comments are closed.